Ronaldo Bantu Madrid Dekati Bintang Muda Ajax

Real Madrid tengah unggul dari Chelsea, dalam perburuan tanda tangan bintang muda Ajax, Anwar El Ghazi, berkat pengaruh Cristiano Ronaldo.

Pemain berusia 20 tahun tersebut sudah berkali-kali dikaitkan dengan raksasa Eropa pekan ini, usai beberapa kali tampil memikat di turnamen berlevel Internasional.

El Ghazi lantas berkesempatan mengunjungi markas latihan Real Madrid dan menyatakan bahwa ia amat mengagumi Cristiano Ronaldo.

“Saat masih kecil, saya sering melatih gerakan seperti Ronaldo di ruang tamu. Kemudian Mimoun (aktor yang membantunya datang ke Valdebebas) bertanya pada klub apakah saya boleh berlatih di sini dan bertemu dengan Ronaldo,” jelas sang striker pada De Telegraaf.

“Real Madrid seperti mengenali saya dan saya langsung ada di daftar. Hebat rasanya mendapat tips langsung dari Ronaldo. Ia memberi saya nasihat mengenai latihan, diet dan karir,” pungkasnya.

Sterling Tak Dijual ke Rival Big Four

Liverpool kemungkinan besar akan menjual salah satu pemain andalannya yang sudah menunjukkan tanda-tanda pembangkangan, Raheem Sterling. Namun satu yang pasti, Sterling tidak akan dijual ke tim rival di Big Four.

Liverpool kemungkinan besar akan menjual salah satu pemain andalannya yang sudah menunjukkan tanda-tanda pembangkangan, Raheem Sterling. Sterling sendiri dikabarkan telah menemui sang bos, Brendan Rodgers untuk dimasukkan dalam daftar jual di bursa transfer musim panas nanti. Hal itu semakin diperkuat klaim sang agen, Aidy Ward yang mengatakan kalau Sterling takkan menandatangani kontrak baru bersama Liverpool, berapapun gaji yang ditawarkan.

Agen Sterling tersebut bahkan membalas kritikan yang dilepaskan Jamie Carragher kepada kliennya.

Tanda-tanda kepergian Sterling memang sudah bisa dilihat sejak dirinya menolak kontrak baru dengan kenaikan gaji hampir sebesar tiga kali lipat.

Cillessen Tak Terlalu Berharap Gabung MU

Kiper Ajax, Jasper Cillessen, mengatakan bahwa ia masih belum mendapat kepastian terkait rumor yang menghubungkan dirinya dengan Manchester United.

Cillessen sebelumnya dihubungkan dengan MU, sebagai calon pengganti David De Gea, yang kabarnya sudah hampir pasti akan bergabung dengan Real Madrid.

“Saya sudah menghubungi agen saya dan klub masih belum memberikan kontak. Saya tidak terlalu suka jika harus dikaitkan dengan klub lain,” jelas Cillessen menurut laporan reporter.

“Jika saya memang harus pergi, maka saya tidak akan memperpanjang kontrak saya hingga tahun 2018. Kontrak saya sebelumnya berlaku hingga 2016 dan musim panas ini harusnya jadi waktu yang tepat untuk pergi. Sebagai tambahan, pelatih saya menegaskan bahwa klub tidak akan mempertimbangkan tawaran yang masuk,” pungkasnya.

Maicon Akan Tinggalkan Ibu Kota

Kontrak Maicon bersama AS Roma masih tersisa satu musim. Namun, musim ini sepertinya akan menjadi musim terakhir bek sayap 33 tahun Brasil itu di ibu kota Italia.

Kiprah Maicon belakangan cukup identik dengan cedera. Dilansir Leggo, Roma akan melepas Maicon di musim panas mendatang.

Pasalnya, Roma berencana membongkar skuat mereka dengan melego pemain-pemain yang sudah berumur dan mendatangkan wajah-wajah baru yang memiliki tenaga lebih bugar. Maicon berada dalam daftar yang akan dilepas.

Untuk mengganti Maicon, Roma sudah mengincar satu pemain. Target mereka adalah fullback Liverpool Glen Johnson.

Performa Tak Maksimal, Falcao Akan Dikeluarkan dari Man United

 

Sejak memboyong Radamel Falcao ke Old Trafford, ternyata sang pemain kurang menunjukkan kualitas permainan yang baik.

Hal ini pun merujuk pada isu yang beredar bahwa pemain asal Kolombia itu akan segera hengkang dari tim asuhan Louis Van Gaal.

Terkait nasib Falcao, Paul Scholes pun buka suara. Scholes mengklaim, musim ini memang Falcao tak memperlihatkan performa yang maksmal.

Di musim ini, Falcao cuma bisa mencetak empat gol dari semua laga. Awalnya, Falcao diprediksiakan jadi mesin gol setan merah. Tapi kenyataan di lapangan hijau berbicara lain.

Namun, melempemnya performa Falcao disebabkan oleh cedera lutut yang dialami saat ia membela Monaco musim lalu. Alhasil, kemahirannya dalam mencetak gol berkurang.

“Saya tidak yakin dia (Falcao) menjalani musim ini sesukses musim-musim sebelumnya. Dia tidak mampu mencetak gol, dia juga bukan pilihan utama. Dan saat dia diberikan kesempatan, dia juga mengecewakan. Dari awal Anda sudah bisa lihat dari gesturnya, dia sudah terlihat tidak percaya diri,” tutur Scholes.

“Namun, Anda harus mengakui bahwa untuk pulih 100 persen dari cedera parah membutuhkan waktu yang tak sebentar.” lanjutnya.

Kendati Falcao tak memberikan hasil terbaik di United, ia sudah diincar oleh klub-klub elit lain seperti Chelsea, Atletico Madrid, dan Sevilla.

“Anda lihat pertandingan melawan Arsenal, dia keluar dari lapangan dan melambai pada fans. Saya kira itu adalah lambaian selamat tinggal. Demi kariernya, saya pikir dia harus pergi dari United. Entah itu balik ke Monaco, atau bergabung dengan tim lain. Saya yakin masih banyak klub besar yang meminatinya,” ungkap Schloles

Zanetti Berharap Inter Segera Datangkan Toure

 

Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti tetap yakin klub Serie A tersebut mempu mendatangkan gelandang Yaya Toure dari Manchester City.

Javier Zanetti berharap misi pelatih Roberto Mancini dalam membangun tim dapat dimulai dengan merekrut pemain asal Pantai Gading yang memperkuat The Citizen Yaya Toure.

Kabar tentang Yaya Toure yang ingin hengkang dari Manchester City telah menjadi isu hangat dalam beberapa pecan terakhir. Dan Inter, dengan mantan pelatih Yaya semasa di Citizen dulu, berada pada barisan terdepan untuk mendapatkan servis pemain berusia 32 tahun tersebut.

Inter telah berjuang keras musim ini dan bisa saja kehilangan tempat di Eropa musim depan. Selain Yaya, Zanetti juga mentargetkan gelandang Paris Saint Germain, Thiago Motta utuk mengembalikan kejayaan Inter Milan di Italia.

“Yaya? Kami berada pada tahap di mana kita berharap kita dapat menyelesaikan kesepakatan, ia akan membantu kami meningkatkan kualitas tim,” kata Zanetti.

“Jika Thiago [Motta] juga datang dia akan berkontribusi besar dan telah paham dengan karakter tim.

“Dia memiliki pengalaman dan kualitas – dia salah satu gelandang terkuat yang pernah saya latih.

“Dia sangat cerdas, ia mengerti bagaimana menjalankan permainan dan pada saat Anda berada dalam kesulitan ia dapat mendapatkan bola dan membaca situasi dengan cepat.

“Memiliki pemain bertipikal seperti ini akan menandai langkah Inter dalam menggapai kejayaannya kembali.”

Wenger Puji Coquelin

 

Manajer Arsenal Arsene Wenger memuji penampilan Francis Coquelin dan percaya gelandang asal Perancis bermain seperti pemain berharga mahal.

Coquelin sempat dipinjamkan ke Chalton Athletic sebelum dipanggil kembali oleh Arsenal pada Desember tahun lalu- seiring dengan penampilannya yang mengesankan di lini tengah.

Dan penampilannya yang tetap konsisten, membuat pihak klub menawarinya kontrak baru pada Februari.

Wenger yakin Pemain berusia 24 tahun belum menerima banyak pujian yang pantas dia dapatkan.

“Dunia telah berubah,” kata Wenger.

“Sekarang ini aprepsiasi diberikan kepada pemain hanya berdasarkan uang yang digelontorkan. Jika kami membeli Coquelin pada musim dingin lalu dengan harga 40 juta Pounds, semua orang akan berucap pembelian yang luar biasa. Tapi maaf, Coquelin tidak semahal itu. Dia tetap pemain yang luar biasa.

Prioritas Arsene Wenger di bursa transfer musim panas ini diyakini dengan mendatangkan kiper dan gelandang bertahan, dan ia mengatakan pendekatannya tidak akan berubah meskipun dengan adanya Coquelin.

“Itu tidak akan banyak berubah,” kata Wenger.

“Yang pasti adalah Coquelin telah menunjukkan kapasitasnya bermain bersama tim sebesar Arsenal. Dia akan menjadi bagian dalam sukses tim.

“Saya pikir tidak ada yang akan membantah bahwa penampilannya telah meyakinkan pihak klub dan saya rasa ia siap untuk bersaing (dengan pemain lain). Bahkan jika pemain lain datang dia akan tetap berada di sini. Saya telah memperpanjang kontraknya Itu berarti saya percaya padanya. “

Raih Coppa Italia, Juve Jaga Asa Raih Treble

 

Juventus meraih gelar Coppa Italia untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir berkat gol Alessandro Matri di perpanjangan, Si Nyonya Tua mengandaskan perlawanan Lazio 2-1, sekaligus menjaga asa untuk meraih treble winner musim ini.

Dengan titel Serie A yang sudah berada galam genggaman dan jelang pertandingan maha penting melawan Barcelona di final Liga Champions mendatang, Juve mengistirahatkan kiper utama Gianluigi Gigi Buffon. Posisinya diganti oleh kiper kedua, Marco Storari, sementara Claudio Marchisio dan Alvaro Morata absen karena akumulasi kartu.

Si Nyonya Tua tertinggal terlebih dahulu setelah di menit ke empat, Radu mencetak gol pertamanya musim ini. Gol pemain kawakan ini bermula dari situasi bola mati yang dikirim Danilo Cataldi di jantung pertahanan Juve. Radu berhasil menanduk bola dengan posisi membelakangi gawang.

Keunggulan tim Elang Ibukota tidak berlangsung lama. Adalah Giorgio Chiellini yang memaksa kedudukan imbang setelah memanfaatkan umpan Patrice Evra. Gol bermula dari situasi yang hampir mirip dengan gol Lazio. Sepakan bebas dari Andrea Pirlo mengarah kepada Evra di dalam kotak pinalti. Bek internasional Perancis tersebut kemudian meyundul bola ke arah Chiellini. Dengan cantik pemain bernomor punggung 3 menyelesaikannya menjadi sebuah gol.

Kemungkinan yang minimal untuk sisa dari berkelahi babak pertama dan sebagian besar periode kedua, Juventus membatasi Lazio untuk usaha jangka panjang dari Marco Parolo setelah miscontrol Paul Pogba, tapi itu terbang melebar.

Beberapa saat sebelum waktu normal berakhir, Djordjevic hampir membawa Lazio meraih gelar juara. Saying usahanya berhasil dengan gemilang dipatahkan Marco Storari.

Upaya spekulatif Djordjevic dari 30 yard di babak pertama perpanjangan waktu gagal setelah tendangannya hanya menerpa tiang gawang Juve dua kali.

Kesialan Lazio berlanjut manakala terjadi kemelut di depan gawang mereka. Matri yang masuk sebagai pemain pengganti memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak gol kemenangan Juve. Dengan tenang Matri melepaskan tendangan mendatar yang gagal dijangkau Berisha.

Dengan raihan gelar ini, Juventus tetap berada pada jalur untuk meraih treble winners. Pencapaian yang belum pernah dirasakan Juve selama sejarah perjalanan klub.

Terima Kasih Xavi

Bagi para penggemar klub raksasa FC Barcelona harus merelakan gelandang serba bisa mereka Xavi Hernandez untuk hengkang pada musim depan. Kepastian kepindahan Xavi dari Barcelona ini disampikan oleh Ayahnya secara langsung kepada media.

Keterikatan Xavi dengan Barcelona dimulai sejak Ia masih berumur 11 tahun. Xavi kecil mengenenal, dan belajar sepak bola dari Akademi La Masia milik Barcelona. Xavi termasuk jebolan La Masia yang terhitung sangat sukses. Ia telah memberikan semua gelar untuk Barcelona, mulai dari La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions, dan gelar lainnya.

Final Liga Champion yang akan diselenggarakan tanggal 6 Juni melawan Juventus merupakan pertandingan terakhir Xavi berseragam Barcelona sebelum kepindahannya ke klub Qatar Al Saad. Peran Xavi pada musim ini memang tidak terlalu sentral seperti musim-musim sebelumnya. Louis Enrique pada musim ini lebih sering memasang Ivan Rakitic sebagai starter setiap laga Barcelona.

Xavi bersama Ayahnya Joaquin Hernandez akan mengumumkan kepindahan Xavi menuju Al Sadd secara resmi pada hari kamis mendatang.Joaquin juga mengungkapkan bahwa hal ini merupakan langkah yang paling rasional untuk diambil, selain bisa untuk terus bermain bola, tapi sekaligus sebagai ajang untuk mempersiapkan gelandang bernomor punggung delapan ini menjadi seorang pelatih.

Kabar kepergian Xavi dari Barcelona menuju Qatar mendapatkan reaksi yang berbeda dari teman satu tim. Misalnya saja Iniesta yang telah lama menjadi tandem Xavi dilini tengah mengungkapkan perasaan sedihnya kepada media “Dia adalah pemain yang unik, dan akan sangat sulit menemukan rekan satu tim seperti dia”.

Xavi memanglah seorang pemian sepak bola yang mempunyai visi menyerang yang baik. Kejeniusan pemain ini dalam menciptakan peluang sudah tidak bisa diragukan lagi. Kegemilangan Barcelona dalam merengkuh berbagai macam gelar tidak akan lepas akan jasa seorang Xavi Hernandez.

Mourinho : Obsesi dan Keyakinan

Manajer Chelsea, Jose Mourinho telah berucap bahwa EPL masih menjadi liga yang paling kompetitif di dataran Eropa, bahkan dunia. The Happy One juga mengklaim bahwa Divisi Utama Liga Spanyol masih dibawah EPL dalam segala bidang.

Meskipun tidak ada wakli dari Inggris yang menembus babak perempat final Liga Champions untuk musim 2014/2015, Mourinho menganggap hal tersebut tidak relevan sebagai bahan penilaian kualitas EPL. Tidak ketinggalan Mourinho juga memuji kinerja timnya yang sepanjang musim ini telah bermain menakjubkan, dan berhasil mengunci trofi EPL.

Chelsea kembali berhasil menjadi yang terkuat di EPL untuk musim ini. Dan musim ini merupakan musim kedua Mourinho berada di Stamford Bridge. Sebelumnya Mourinho menjadi pelatih utama Real Madrid dari tahun 2010-2013. Pada musim pertamanya di Spanyol, pelatih berkebangsaan Portugal ini sanggup keluar dari cengkraman Barcelona, dan mengantarkan real Madrid menjuarai La Liga, serta Copa del Rey.

Berpulangnya Mourinho ke Chelsea FC pada musim 2013/2014 merupakan buah dari hasil minor Real Madrid yang gagal mendapatkan La Decima. Mourinho juga mencerminkan bahwa saat sekarang ini Ia sudah merasa nyaman sebagai pelatih utama Chelsea. Dan itulah alasan Ia menolak tawaran dari mantan klubnya di Spanyol untuk kembali melatih.

Mantan pelatih FC Porto ini juga menambahkan bahwa kondisi timnya saat ini sudah lebih kuat dibandingkan musim-musim sebelumnya. Mendatangkan Diego Costa, dan Fabregas diawal musim dinilai sebagai salah satu kepintaran Mourinho. Dan untuk musim depan Chelsea menargetkan untuk menyapu bersih setiap trofi dari liga yang mereka ikuti.